Bedah Karya Sastra dan Buka Bersama dalam Kegiatan Mahasiswa Ngaji Sastra (Mantra) Vol.4
Selama dua hari, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)
Tadris Bahasa Indonesia sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Cipta Baca
Puisi pada tanggal 5 & 12 Juni 2025, dengan mengusung tema "Menumbuhkan
Kreativitas anak Indonesia melalui kata dalam puisi".
Kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada
masyarakat dalam bidang pendidikan, khususnya bagi siswa kelas VII & VIII.
Kegiatan pada hari pertama dilaksanakan di MTs Plus Madinatul Mubtadi- Ien dan tanggal
12 Juni, di SMP Pawyatan Daha 2 yang disambut dengan antusias oleh para siswa.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Sekolah, Wakil Kepala
Sekolah, serta para guru sehingga menambah euforianya.
Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya, kegiatan dilanjutkan
dengan sambutan dari saudara M. Rafi Adyatama, sebagai ketua pelaksana dan Nina
Nafira Rukmana sebagai ketua umum HMPS Tadris Bahasa Indonesia. Kemudian
sambutan beralih pada Wakil Kepala Sekolah MTs Plus Madinatul Mubtadi- Ien, dan
SMP Pawyatan Daha 2, keduanya menyampaikan ucapan terima kasih karena telah
memilih sekolahnya sebagai tempat kegiatan Ruang Cipta Puisi. Sehingga keduanya
berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi dan minat
siswa-siswi dalam menciptakan sebuah karya sastra berupa puisi.
Setelah serangkaian pembukaan terlaksana, kegiatan ini
dilanjutkan dengan pemaparan materi puisi oleh saudara Renal Maulana dan Saudari
Ula Hidayaturrohmah. Keduanya menyampaikan bahwa puisi adalah teks atau
karangan sebagai bentuk mengekspresikan diri, pikiran, dan perasaan dengan
mengutamakan keindahan kata-kata yang dituangkan dalam sebuah karya sastra yang
puitis. Dalam pemaparan keduanya menyampaikan materi mengenai puisi, mulai dari
unsur, jenis, dan cara memahami puisi.
Kedua pemateri menyampaikan bahwa unsur-unsur dalam
membangun puisi terdiri dari larik, bait, rima, imaji, diksi, dan majas.
Kemudian disampaikan juga bahwa jenis-jenis puisi dibedakan menjadi dua, yakni
berdasarkan maknanya dan berdasarkan isinya. Berdasarkan maknanya terdiri atas
puisi diafan dan prismatis. Sedangkan, berdasarkan isinya terdiri atas puisi
naratif, puisi lirik, dan puisi deskriptif. Tidak hanya itu, kedua pemateri
juga memberikan lima cara untuk memahami puisi, yaitu; perhatikan judulnya, carilah
arti dari kosa kata yang tidak diketahui artinya, membayangkan kejadian yang
ada dalam puisi, menandai kata-kata yang sering diulang, lalu perhatikan diksi
yang digunakan.
Setelah pemaparan materi tersebut usai, kegiatan dilanjutkan
dengan tugas praktik menciptakan puisi secara individu yang dipandu oleh
beberapa mentor. Para siswa pun terlihat sangat antusias dan bersemangat untuk
menuangkan pikiran dan perasaannya dalam bentuk puisi. Dalam proses merangkai
puisi tidak hanya di dalam kelas saja, namun siswa diberi kesempatan
mengerjakan di luar ruangan untuk mencari inspirasi. Selanjutnya, hanya dalam
waktu satu jam para siswa telah menyelesaikan tugasnya dan siap untuk mendeklarasikan
puisi yang telah dibuat tersebut.
Pada saat pendeklarasian puisi, pemateri memberikan
kesempatan kepada dua siswa yang berani untuk membacakan karya puisinya di
depan teman-teman mereka. Mereka membacakan puisi dengan sangat baik dan luar
biasa. Selanjutnya, pemateri dan moderator mengajak siswa untuk bermain
bersama. Permainannya sangat seru dengan ketentuan siapa yang kalah akan maju
ke depan untuk menjawab pertanyaan mengenai materi yang sudah dijelaskan,
ternyata dari permainan tersebut banyak siswa yang tidak fokus, yang membuat
mereka mendapatkan hukuman, yaitu membacakan karya puisinya di depan
teman-temannya. Tidak kalah dengan keempat siswa tadi, ternyata mereka juga
memiliki potensi yang sangat baik dalam berekspresi melalui puisi yang
dibacanya.
Setelah pendeklarasian puisi selesai, mentor mengumpulkan
semua hasil karya puisi siswa yang nantinya akan dijadikan Antologi Puisi.
Acara selanjutnya adalah penutupan sekaligus penyerahan hadiah dan cenderamata.
Di MTs Madinatul Mubtadi- Ien Penutupan disampaikan oleh MC, dan di SMP
Pawyatan Daha 2 disampaikan oleh Wakil Ketua HMPS Tadris Bahasa Indonesia, Nur
Faizin. yang didampingi semua dewan guru. Selanjutnya, penyerahan hadiah
diberikan kepada empat siswa dari MTs Madinatul Mubtadi-Ien dan SMP Pawyatan
Daha 2 yang telah berani maju ke depan untuk membacakan hasil puisi, serta
penyerahan cenderamata diberikan kepada kedua pihak sekolah sebagai bentuk
kenang-kenangan dari HMPS Tadris Bahasa Indonesia, kemudian dilanjutkan sesi
foto bersama dan pembagian stiker kepada seluruh siswa MTs Madinatul Mubtadi-
Ien dan SMP Pawyatan Daha 2.
Kegiatan telah berjalan dengan lancar sehingga kedua bela
pihak, baik dari pihak HMPS Tadris Bahasa Indonesia maupun pihak sekolah saling
memberikan apresiasi. Semoga dengan adanya kegiatan Ruang Cipta Puisi ini, para
siswa dapat mengembangkan potensi dirinya serta dapat menciptakan sebuah karya
yang berguna bagi bangsa.
Dokumentasi
Komentar
Posting Komentar