Bedah Karya Sastra dan Buka Bersama dalam Kegiatan Mahasiswa Ngaji Sastra (Mantra) Vol.4

Gambar
  Dengan tema "Menajamkan Perspektif Mahasiswa terhadap Realitas Patriarki dan Perlawanan Perempuan melalui Film." Acara buka bersama dan bedah karya sastra yang diselenggarakan oleh Program Studi Tadris Bahasa Indonesia pada 3 Maret 2026 berlangsung dengan penuh antusiasme dan inspirasi. Film Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy menjadi sorotan utama dalam diskusi, khususnya mengenai bagaimana kisah perjuangan dan keberanian tokoh utama untuk berdiri tegak pada keyakinan yang benar.  Dengan menghadirkan pemateri kompeten, Bapak Moh. Fikri Zulfikar, M.Pd., Bu Dr. Salma Sunaiyah, M.Pd., dan Bapak Dr. Iwan Marwan, M.Hum., acara ini sukses menggali bagaimana kisah perjuangan Zakiah diterjemahkan kedalam bahasa visual tanpa menghilangkan esensi ceritanya. Diskusi berlangsung interaktif, diperkaya dengan sesi pemutaran film serta pemaparan mendalam dari para pemateri. Pak Fikri pun berpesan, " Selain menonton film, alangkah baiknya kalian juga membaca novelnya....

SOBAT Tadris Bahasa Indonesia: "Abhivana Patha Nirmala Cahaya"

Sosialisasi Budaya Akademik Tadris Bahasa Indonesia atau yang lebih sering dikenal dengan istilah “SOBAT” merupakan kegiatan orientasi terkait program studi yang diselenggarakan untuk mahasiswa baru. Kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan dan selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh seluruh mahasiswa, baik itu mahasiswa baru maupun mahasiswa lama. Pada bulan ini, tepatnya hari Sabtu dan Minggu, tanggal 6 - 7 September 2025, kegiatan SOBAT sukses dilaksanakan pada dua tempat, yakni di Aula Rektorat Lantai 4 dan Sempu Exotic Park.

 

SOBAT tahun ini mengambil tema “Abhivana Patha Nirmala Cahaya” yang memiliki arti Menggambarkan jalan atau permulaan yang Baru di sambut dengan kemurnian dan pencerahan. Dengan hal ini, SOBAT bertujuan untuk membangun karakter mahasiswa yang cerdas secara intelektual, maupun berbudaya dan beretika untuk kemajuan pendidikan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai hal, mulai dari mata kuliah, peraturan dalam prodi, dosen Tadris Bahasa Indonesia, serta beberapa organisasi baik internal maupun eksternal yang mampu mengasah dan mewadahi potensi mahasiswa.



Kegiatan diawali dengan serangkaian pembukaan yang diresmikan oleh Kaprodi Tadris Bahasa Indonesia, Bapak Dr. Iwan Marwan, M.Hum. Dilanjutkan pemaparan materi oleh Bu Dr. Salma Sunaiyah, M. Pd, dengan tema kebahasaan berjudul Penelitian Bahasa dan Sastra Perspektif Ekokritik dan Ekofeminis”. Mahasiswa baru sangat antusias dalam menyimak.



Setelah materi pertama usai, dilanjutkan materi kedua tentang IMABSII (Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia se-Indonesia) yang dibawakan oleh salah satu pengurus IMABSII, yakni Suryo Wibowo. Dilanjutkan lagi dengan materi ketiga, yakni tentang keorganisasian yang dipaparkan oleh salah satu pengurus HMPS Tadris Bahasa Indonesia, Rahima Najmani Janna. Dalam materi keorganisasian ini, saudari Hima menjelaskan dengan detail terkait organisasi apa saja yang ada di UIN Syekh Wasil Kediri, khususnya pada organisasi Internal HMPS Tadris Bahasa Indonesia.

 

Usai pemaparan materi ketiga, seluruh mahasiswa bergegas untuk menuju lokasi SOBAT yang kedua, yakni Sempu Exotic Park. Sesampainya di lokasi, mahasiswa diarahkan bersih diri, kemudian melaksanakan sholat Magrib dan Isya’ berjamaah serta membaca tahlil dan Yasin yang dipimpin oleh Moh. Renal Maulana, selaku anggota HMPS Tadris Bahasa Indonesia.

 

Malam harinya, suasana semakin meriah dengan diadakannya pentas seni. Seluruh mahasiswa baru menampilkan bakat-bakat mereka, baik dalam seni tari, drama, bernyanyi, monolog, hingga mendongeng. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengekspresikan kreativitas, tetapi juga menjadi media untuk saling mengenal dekat satu sama lain. Teriakan dukungan dan tepuk tangan riuh mengiringi setiap penampilan, menciptakan kenangan yang tidak terlupakan.

 

Setelah pentas seni, agenda selanjutnya yakni tukar kado yang akan menambah keakraban di antara peserta. Seluruh peserta dan panitia membuat formasi melingkari api unggun yang telah dinyalakan. Setiap mahasiswa baik peserta maupun panitia membawa kado yang kemudian ditukar secara acak, simbol dari saling memberi dan menerima yang menjadi nilai penting dalam kebersamaan. Kejutan dan tawa mengisi malam saat mereka membuka kado dan menemukan apa yang mereka dapatkan.

 

Puncak kebersamaan ini adalah tidur bersama didalam tenda. Dengan suasana alam yang damai, para peserta berbagi cerita dan pengalaman, menjalin persahabatan yang semakin erat dan menambah kesan mendalam terhadap pentingnya kebersamaan.

 

Di pagi harinya, kegiatan SOBAT masih berlanjut. Tentunya diawali dengan sholat Subuh berjamaah serta membaca surat al-Waqiah. Usai beribadah, suasana menjadi lebih santai dengan adanya kegiatan senam bersama. Kemudian dilanjutkan pada agenda Kridawira (outbond). Di tengah suasana alam yang asri, mahasiswa diajak untuk mengikuti berbagai permainan dan tantangan yang menyenangkan.

 

Terdapat lima pos yang setiap misinya harus diselesaikan oleh seluruh anggota kelompok. Jika misi tidak tuntas atau tidak sesuai dengan instruksi, maka seluruh anggota kelompok akan mendapat konsekuensi. Kegiatan Kridawira ini dirancang untuk membangun kekompakan tim, melatih kepemimpinan, dan mempererat rasa persaudaraan di antara sesama mahasiswa. Tawa, semangat, dan kerja keras bersama mewarnai setiap tantangan yang dihadapi, membuat suasana semakin terasa akrab dan hangat.

 

Kegiatan SOBAT diakhiri dengan serangkaian penutupan dan penyerahan hadiah pada anggota kelompok yang memenuhi kriteria penilaian. Terdapat tiga kategori pemenang dalam acara ini, yakni pertama, kategori juara terheboh yang dimenangkan oleh kelompok 2 dengan yel-yel yang paling semangat dan asyik. Kedua, kategori juara pentas seni diraih oleh kelompok 7 yang membawakan Drama Roro Jonggrang, Dan yang terakhir adalah kategori juara Kridawira dimenangkan oleh kelompok 4 yang berhasil menyelesaikan misi terbanyak. Kemudian, kegiatan resmi ditutup oleh saudari Sasmita Dwi Febila Selaku ketua pelaksana SOBAT 2025. Seluruh peserta mengaku sangat senang dan antusias dengan rangkaian kegiatan yang telah dilalui.

 

Melalui pengalaman yang berharga ini, mahasiswa baru Prodi Tadris Bahasa Indonesia tidak hanya pulang dengan pengetahuan yang lebih dalam, melainkan juga dengan kenangan indah serta hubungan yang lebih erat dengan teman satu jurusan. Kegiatan sosialiasi budaya akademik yang dibalut dengan berbagai aktivitas kebersamaan ini merupakan langkah inovatif dari HMPS Tadris Bahasa Indonesia. Mahasiswa baru diharapkan dapat mengembangkan jiwa yang kritis dan beretika, serta kompak dan solid dalam menghadapi tantangan di masa depan.


Dokumentasi:












 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bedah Karya Sastra dan Buka Bersama dalam Kegiatan Mahasiswa Ngaji Sastra (Mantra) Vol.2

Bedah Karya Sastra dan Buka Bersama dalam Kegiatan Mahasiswa Ngaji Sastra (Mantra) Vol.4