Bedah Karya Sastra dan Buka Bersama dalam Kegiatan Mahasiswa Ngaji Sastra (Mantra) Vol.4

Gambar
  Dengan tema "Menajamkan Perspektif Mahasiswa terhadap Realitas Patriarki dan Perlawanan Perempuan melalui Film." Acara buka bersama dan bedah karya sastra yang diselenggarakan oleh Program Studi Tadris Bahasa Indonesia pada 3 Maret 2026 berlangsung dengan penuh antusiasme dan inspirasi. Film Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy menjadi sorotan utama dalam diskusi, khususnya mengenai bagaimana kisah perjuangan dan keberanian tokoh utama untuk berdiri tegak pada keyakinan yang benar.  Dengan menghadirkan pemateri kompeten, Bapak Moh. Fikri Zulfikar, M.Pd., Bu Dr. Salma Sunaiyah, M.Pd., dan Bapak Dr. Iwan Marwan, M.Hum., acara ini sukses menggali bagaimana kisah perjuangan Zakiah diterjemahkan kedalam bahasa visual tanpa menghilangkan esensi ceritanya. Diskusi berlangsung interaktif, diperkaya dengan sesi pemutaran film serta pemaparan mendalam dari para pemateri. Pak Fikri pun berpesan, " Selain menonton film, alangkah baiknya kalian juga membaca novelnya....

Bedah Karya Sastra dan Buka Bersama dalam Kegiatan Mahasiswa Ngaji Sastra (MANTRA) Vol. 3

 


Buka Bersama dan Bedah Karya Sastra: Ranah Tiga Warna ke Layar Lebar dalam kegiatan Mahasiswa Ngaji Sastra (MANTRA) Vol. 3.

Dengan tema "Meningkatkan Kesadaran Kritis dalam Menghadapi Tantangan Milenial Melalui Ekranisasi Sastra."
Acara buka bersama dan bedah karya sastra yang diselenggarakan oleh Program Studi Tadris Bahasa Indonesia pada 18 Maret 2025 berlangsung dengan penuh antusiasme dan inspirasi. Novel Ranah Tiga Warna karya A. Fuadi menjadi sorotan utama dalam diskusi, khususnya dalam proses adaptasinya ke dalam film.


Dengan menghadirkan pemateri kompeten, Pak Moh. Fikri Zulfikar, M.Pd. dan Bu Dr. Salma Sunaiyah, M.Pd., acara ini sukses menggali bagaimana kisah perjuangan Alif diterjemahkan ke dalam bahasa visual tanpa menghilangkan esensi ceritanya.
Diskusi berlangsung interaktif, diperkaya dengan sesi pemutaran film serta pemaparan mendalam dari para pemateri. Pak Fikri pun berpesan, "Selain menonton film, alangkah baiknya kalian juga membaca novelnya. Di dalam novel, ceritanya lebih kompleks dan banyak pelajaran hidup yang tidak ditayangkan dalam film."




Suasana semakin hidup dengan adanya sesi tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi secara aktif. Sebagai bentuk apresiasi, Pak Fikri memberikan novel karyanya, Kisah Sawo Kecik, kepada peserta yang berani bertanya dan berkontribusi aktif dalam diskusi. 
Selain memperkaya wawasan sastra, acara ini juga menjadi momen kebersamaan melalui buka puasa bersama, yang semakin mempererat tali silaturahmi di antara mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia.




Semoga kegiatan ini menjadi pemantik semangat untuk lebih menghargai karya sastra dan memahami proses adaptasinya ke layar lebar. Sampai jumpa di acara selanjutnya!












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bedah Karya Sastra dan Buka Bersama dalam Kegiatan Mahasiswa Ngaji Sastra (Mantra) Vol.2

Bedah Karya Sastra dan Buka Bersama dalam Kegiatan Mahasiswa Ngaji Sastra (Mantra) Vol.4

SOBAT Tadris Bahasa Indonesia: "Abhivana Patha Nirmala Cahaya"