Bedah Karya Sastra dan Buka Bersama dalam Kegiatan Mahasiswa Ngaji Sastra (Mantra) Vol.4

Gambar
  Dengan tema "Menajamkan Perspektif Mahasiswa terhadap Realitas Patriarki dan Perlawanan Perempuan melalui Film." Acara buka bersama dan bedah karya sastra yang diselenggarakan oleh Program Studi Tadris Bahasa Indonesia pada 3 Maret 2026 berlangsung dengan penuh antusiasme dan inspirasi. Film Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy menjadi sorotan utama dalam diskusi, khususnya mengenai bagaimana kisah perjuangan dan keberanian tokoh utama untuk berdiri tegak pada keyakinan yang benar.  Dengan menghadirkan pemateri kompeten, Bapak Moh. Fikri Zulfikar, M.Pd., Bu Dr. Salma Sunaiyah, M.Pd., dan Bapak Dr. Iwan Marwan, M.Hum., acara ini sukses menggali bagaimana kisah perjuangan Zakiah diterjemahkan kedalam bahasa visual tanpa menghilangkan esensi ceritanya. Diskusi berlangsung interaktif, diperkaya dengan sesi pemutaran film serta pemaparan mendalam dari para pemateri. Pak Fikri pun berpesan, " Selain menonton film, alangkah baiknya kalian juga membaca novelnya....

Liburan Akhir Tahun yang Bermakna Bersama Keluarga HMPS TBINDO


Akhir tahun lalu, Kami Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (HMPS TBINDO) memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama menikmati kehangatan setelah resmi demisioner, dengan berlibur ke Yogyakarta pada tanggal 22 sampai 24 Desember 2024. Liburan ini kami rencanakan sebagai hadiah atas kerja keras selama mengabdi selama setahun di HMPS Tadris Bahasa Indonesia, mampu melewati segala tantangan baik suka maupun duka selama menjalankan tugas. Kota Yogyakarta memang kota penuh kejutan, tidak pernah gagal dalam memikat hati para wisatawan dengan beragam pesonanya. Tidak heran jika Yogyakarta dijuluki dengan Daerah Istimewa. 

Destinasi pertama yang tidak boleh terlewatkan dalam perjalanan kali ini yakni berziarah ke makam Syekh Ihsan Bin Syekh Dahlan di Kampung Jampes, Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Sebagai bentuk penghormatan dari mahasiswa Islam terhadap alim ulama daerah setempat. Dengan adanya ziarah ini kami berharap dapat memperkuat iman serta mendapatkan berkah dari ulama yang telah di doakan.

Perjalanan dilanjutkan menuju Yogyakarta, yang kami harapkan lancar, ternyata sempat terkendala oleh masalah teknis kendaraan. Kami harus tertahan berjam-jam di tengah perjalanan. Namun, kekecewaan itu seketika sirna saat kami saling menghibur dan berbagai cerita satu sama lain. Sesampainya di Yogyakarta, kita singgah sebentar melepas rasa lelah dan penat di rumah makan Harmoni, Parangtritis. 

Acara kembali meriah dengan momen saling tukar kado. Masing-masing dari kami membawa kado, kemudian saling menukar dengan memutar sembari diiringi alunan lagu. Saat membuka kado, tawa dan sorak sorai memenuhi ruangan. Mereka mendapatkan berbagai macam kado, ada yang mendapat kado lucu, ada pula yang mendapatkan kado sangat berguna. Momen tukar kado ini menjadi bukti nyata persahabatan kami yang saling menghargai setiap hadiah.

Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju ke Jalan Malioboro. Suasana ramai dan semarak sangat terasa di sepanjang jalan itu. Berbagai macam oleh-oleh khas Jogja seperti bakpia, dan kerajinan tangan lainnya mudah ditemukan di sini. Kami juga menyempatkan diri untuk berfoto di berbagai spot menarik yang ada di setiap titik Yogyakarta.

Destinasi terakhir adalah menuju ke Telaga Sarangan. Danau yang terletak di lereng gunung Lawu, Kecamatan Plaosan, Magetan ini menyajikan pemandangan alam yang sangat indah. Meskipun cuaca tidak bersahabat, kami tetap sangat menikmati keindahannya dengan menyusuri jalanan yang dipenuhi dengan kuliner dengan lindungan payung warna-warni kita. Tak lupa juga kami menyicipinya.

Selama perjalanan ini, Kami tidak hanya menikmati keindahan alam Yogyakarta, tetapi juga semakin mempererat tali persaudaraan antar anggota himpunan. Banyak pengalaman berharga yang kami dapatkan selama liburan ini. Mulai dari kerjasama dalam merencanakan, rasa tanggungjawab, hingga saling membantu satu sama lain selama di perjalanan. Liburan akhir tahun ke Yogyakarta ini benar-benar menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan. Perjalanan ini juga mengajarkan bahwa momen-momen kecil dapat menciptakan kenangan yang besar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bedah Karya Sastra dan Buka Bersama dalam Kegiatan Mahasiswa Ngaji Sastra (Mantra) Vol.2

Bedah Karya Sastra dan Buka Bersama dalam Kegiatan Mahasiswa Ngaji Sastra (Mantra) Vol.4

SOBAT Tadris Bahasa Indonesia: "Abhivana Patha Nirmala Cahaya"