Bedah Karya Sastra dan Buka Bersama dalam Kegiatan Mahasiswa Ngaji Sastra (Mantra) Vol.4

Gambar
  Dengan tema "Menajamkan Perspektif Mahasiswa terhadap Realitas Patriarki dan Perlawanan Perempuan melalui Film." Acara buka bersama dan bedah karya sastra yang diselenggarakan oleh Program Studi Tadris Bahasa Indonesia pada 3 Maret 2026 berlangsung dengan penuh antusiasme dan inspirasi. Film Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy menjadi sorotan utama dalam diskusi, khususnya mengenai bagaimana kisah perjuangan dan keberanian tokoh utama untuk berdiri tegak pada keyakinan yang benar.  Dengan menghadirkan pemateri kompeten, Bapak Moh. Fikri Zulfikar, M.Pd., Bu Dr. Salma Sunaiyah, M.Pd., dan Bapak Dr. Iwan Marwan, M.Hum., acara ini sukses menggali bagaimana kisah perjuangan Zakiah diterjemahkan kedalam bahasa visual tanpa menghilangkan esensi ceritanya. Diskusi berlangsung interaktif, diperkaya dengan sesi pemutaran film serta pemaparan mendalam dari para pemateri. Pak Fikri pun berpesan, " Selain menonton film, alangkah baiknya kalian juga membaca novelnya....

Laksanakan Pekan Raya Bulan Bahasa di Era Transformasi Digital Guna Melestarikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Siapa yang tidak tahu dengan perayaan Bulan Bahasa? Perayaan yang masih berkaitan erat dengan peringatan hari Sumpah Pemuda ini rutin dilakukan satu tahun sekali dibulan Oktober. Alasan bulan Oktober dijuluki sebagai bulan Bahasa dan Sastra Indonesia sebab pada bulan inilah bahasa resmi Indonesia resmi ditetapkan dan digunakan dalam masyarakat. HMPS Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri juga ikut meriahkan peringatan Bulan Bahasa ini dengan mengadakan Lomba Infografis Tingkat Nasional yang dimulai dari tanggal 10 September hingga 21 Oktober. Yang mana puncak Bulan Bahasa telah sukses dilaksanakan pada Selasa, 05 November 2024 bertempat digedung Sport Center IAIN Kediri.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, perayaan Bulan Bahasa tahun ini memiliki nama kegiatan “Pekan Raya Bulan Bahasa”. Pemilihan nama kegiatan ini mengisyarakatkan waktu yang tepat untuk merayakan kekayaan dan keberagaman bahasa, serta mengundang partisipasi aktif dari berbagai kalangan untuk merayakan dan mempelajari bahasa dengan penuh semangat. Hal ini dibuktikan dengan antusias seluruh mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia se-Indonesia dalam mengikuti lomba Infografis bertema “Melestarikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Era 5.0 Untuk Penguatan Identitas dan Inovasi Digital”.

Dari seluruh peserta Lomba Infografis, terpilih lima finalis yang lolos dalam babak final untuk kemudian mempresentasikan hasil karyanya pada Selasa, 05 November 2024 di Aula Rektorat IAIN Kediri. Babak Final Lomba Infografis ini dihadiri oleh para dosen, finalis lomba infografis beserta pendamping, mahasiswa, juga tamu undangan. Seperti pada umumnya, acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IAIN Kediri, sambutan Ketua Pelaksana, yakni Monica Septya Kartika Candra, sambutan dari Ketua Umum HMPS Tadris Bahasa Indonesia, Nur Khofifatul Khoiroh, dan acara resmi dibuka oleh Dr. Iwan Marwan, M.Hum, sebagai Kepala Program Studi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Kediri. 

Acara babak final dilanjutkan pada acara inti, yakni presentasi dari para finalis Lomba Infografis. Berbagai karya infografis yang memukau berhasil dipresentasikan dengan sangat baik oleh para peserta. Yang mana nantinya, seluruh karya mereka tidak sebatas untuk memotivasi mahasiswa atau diikutkan perlombaan saja, tetapi juga dapat digunakan sebagai media mempromosikan literasi digital serta melestarikan bahasa pada seluruh kalangan masyarakat. “Konsep acara ini bagus, berani tampil beda dari jenis-jenis lomba yang biasanya diadakan di jurusan Bahasa, seperti cipta puisi atau menulis cerpen,” ujar Robby Yudhi Nurhana, Mahasiswa IAIN Ponorogo yang menjadi pendamping finalis lomba.

Sembari menunggu hasil pengumuman pemenang, para finalis lomba diarahkan untuk menyaksikan puncak Pekan Raya Bulan Bahasa yang dilaksanakan di gedung Sport Center pada pukul 13.00. Namun sayangnya, acara yang sudah dinanti-nantikan terpaksa diundur hingga pukul 14.40 karena hujan. Sembari menunggu hujan reda dan acara puncak dimulai, para mahasiswa dan tamu undangan yang telah datang menikmati pameran karya oleh mahasiswa tadris bahasa Indonesia. Gelar pameran tersebut tidak hanya memamerkan kumpulan cerpen, puisi atau novel saja, tetapi juga terdapat pameran artikel jurnal, berbagai karya yang pernah mendapat juara, hingga pameran lukisan.

Di dalam gedung Sport Center juga tersedia beberapa stand sponsor, seperti Seblak Incezz, Pitik Pokky, hingga stand perawatan kulit, Emina. Sehingga para mahasiswa dan tamu undangan yang telah hadir dapat membeli jajanan tersebut dan tidak akan merasa bosan karena menunggu acara dimulai. Mundurnya waktu pelaksanaan puncak acara tidak menyurutkan mahasiswa dan tamu undangan untuk menyaksikan berbagai penampilan dari mahasiswa TBIN. Hal ini terbukti ketika hujan reda, masih banyak beberapa mahasiswa dan tamu undangan yang baru datang.

Acara Puncak Pekan Raya Bulan Bahasa akhirnya dibuka dengan sangat meriah oleh Kak Bungah dan Kak Jeje. Seluruh penonton terlihat antusias dan tidak sabar untuk menyaksikan penampilan dari mahasiswa TBIN, terutama dua penampilan eksklusif yang dinanti-nantikan. Pada giliran pertama dari mahasiswa TBIN angkatan 2024 yang menampilkan Instrumen Puisi. Penampilan ini sangat memukau dengan kolaborasi yang indah antara pembacaan puisi dan ilustrasi yang menggambarkan isi puisi, sehingga penonton dapat merasakan keindahan bahasa serta budaya yang menjadi perpaduan harmonis.


Penampilan kedua dari mahasiswa TBIN angkatan 2023. Jika sebelumnya menampilkan instrumen puisi, maka pada giliran kedua ini akan menampilkan teatrikal puisi. Pada teatrikal puisi ini, melibatkan beberapa pemeran lain yang menggambarkan secara realistis isi puisi yang dibacakan. Penampilan dari angkatan 2023 ini membuat para penonton terpukau, merinding dan menangis haru. Bagaimana tidak, para mahasiswa angkatan 2023 ini mengambil tema memperjuangan hak dan kebebasan berpendapat. “Seorang mahasiswa itu jangan sampai buta akan politik, jadi kita menampilkan hal seperti itu untuk membuka pikiran, nalar akan politik,” ujar salah satu mahasiswa usai menampilkan teatrikal puisi.

 

Penampilan ketiga, yakni penampilan drama oleh angkatan 2022. Penampilan ini tidak kalah memukau dengan dua penampilan sebelumnya. Dalam penampilan ini tidak hanya dialog drama saja, tetapi dibuat semakin menarik dengan adanya tarian daerah serta drama musikal. Penampilan drama yang mengangkat asal mula Reog Ponorogo ini dibawakan dengan penuh semangat serta sempurna. Cerita Reog Ponorogo ini merupakan bagian dari sastra lisan yang diwariskan secara turun temurun, melalui pementasan drama dalam bahasa Indonesia maka dapat digunakan sebagai upaya mengenalkan sekaligus melestarikan sastra pada seluruh masyarakat Indonesia.

Tidak hanya berhenti sampai disitu, acara dilanjutkan dengan penampilan eksklusif yang telah ditunggu-tunggu. Penampilan eksklusif pertama datang dari Teater Kanda IAIN Kediri yang menampilkan monolog. Monolog bertema Ibu ini terasa seperti nyata dan berhasil membuat penonton menitihkan air mata haru. Penampilan eksklusif yang kedua merupakan puisi instrumen bertemakan Ibu yang dibawakan oleh Ketua Umum HMPS Tadris Bahasa Indonesia, Nur Khofifatul Khoiroh. Penampilan terakhir ini tentu saja mengejutkan semua yang hadir, sebab tidak menyangka sosok yang sebelumnya masih sibuk mengurusi segala sesuatu dibelakang layar tiba-tiba hadir di depan layar dengan penampilan yang sangat mengagumkan dan mampu membuat penonton menangis haru untuk kedua kalinya.



Puncak Pekan Raya Bulan Bahasa ini diakhiri dengan pengumuman pemenang Lomba Infografis tingkat Nasional. Yang mana juara pertama diraih oleh Siti Rif’atul Rizkia dari Universitas Trunojoyo Madura, juara kedua diraih oleh Mabrurotul Umami dari Iain Kediri, Qisthi Maharani sebagai juara 3, diikuti oleh Rizki Zahratun Nisak dan Ibnu Hisyam sebagai juara harapan 1 dan juara harapan 2. Tidak hanya pemenang lomba, penampilan bahasa dari berbagai angkatan tadi juga mendapat gelar penampilan terbaik yang diraih oleh mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia angkatan 2022, yang menampilkan drama Reog Ponorogo.

Sebagai penutup perayaan Pekan Raya Bulan Bahasa ini, besar harapan kami agar para mahasiswa semakin termotivasi untuk terus berkarya, mengembangkan kreativitas, serta dapat lebih mencintai serta melestarikan bahasa dan sastra Indonesia sebagai identitas bangsa. Semoga semangat ini dapat terus hidup dan dapat menginspirasi generasi mendatang untuk menjaga serta memperkuat bahasa dan sastra Indonesia di tengah arus globalisasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bedah Karya Sastra dan Buka Bersama dalam Kegiatan Mahasiswa Ngaji Sastra (Mantra) Vol.2

Bedah Karya Sastra dan Buka Bersama dalam Kegiatan Mahasiswa Ngaji Sastra (Mantra) Vol.4

SOBAT Tadris Bahasa Indonesia: "Abhivana Patha Nirmala Cahaya"