Bedah Karya Sastra dan Buka Bersama dalam Kegiatan Mahasiswa Ngaji Sastra (Mantra) Vol.4
Puisi merupakan media yang menjembatani seseorang untuk mengekspresikan perasaan ataupun pemikiran. Di semester 3, mahasiswa angkatan 2021, khususnya kelas A, berkesempatan untuk menyelami dunia puisi dalam mata kuliah Kajian dan Apresiasi Puisi. Dari pembelajaran dan pengalaman yang kaya, mereka berhasil berkolaborasi untuk meramu sebuah antologi puisi yang berjudul "Litani". Dalam karya ini, setiap mahasiswa menuangkan pengalaman, perasaan, dan pandangan hidup mereka dalam bentuk puisi yang beragam.
"Litani" bukan sekadar kumpulan puisi, namun juga sebagai representasi nyata dari pengalaman, kreativitas, serta kritisnya pikiran mahasiswa. Dalam antologi ini, kita akan menemukan puisi-puisi yang mengangkat beragam tema, mulai dari romansa, politik, ke-Tuhan-nan, dan masih banyak lagi. Beberapa penulis bahkan menggali sejarah, seperti perjuangan pahlawan untuk meraih kemerdekaan.
Salah satu hal menarik dari antologi ini adalah kehadiran puisi tipografi. Di tengah kata-kata, terdapat visualisasi yang menarik, memberikan dimensi baru pada puisi. Ini tidak hanya memperkaya pengalaman membaca, tetapi juga mengajak pembaca untuk merasakan dan melihat puisi dari sudut pandang yang berbeda. Kombinasi antara teks, gambar, dan simbol-simbol tertentu menciptakan harmoni yang memikat, menunjukkan bahwa puisi dapat dituangkan dalam berbagai bentuk. Puisi-puisi ini bukan hanya mengajak pembaca merasakan emosi, tetapi juga menyuguhkan pengalaman estetika yang menarik. Adanya gaya penulisan yang bervariasi, menunjukkan karakter dan keunikan setiap mahasiswa dalam menyampaikan pesan.
Berikut adalah salah satu puisi yang terdapat dalam antologi Litani.
Sepeda butut
Oleh: Apriliya Sukmawati
Dipojok gudang gelap
Sepeda berkelir hijau sahabat setiaku
Terparkir indah di sudut hati
Kadang kuperhatikan, kupegang, kuraba
Membayangkan kala berjuang
Wajah penuh cacian dan hinaan
Masih kuingat waktu temanku ingin memilikimu kujawab dengan
lirih “maaf ini adalah emas permata tak mungkin kulepas meski kau ganti dengan rembulan”
Walaupun sekarang kau tak rupa ori
Tapi kau tak kan kubuat bahan jual beli
Untuk membaca dan mengunduh antologi puisi "Litani" dapat melalui tautan berikut: [Antologi Puisi Litani].
Antologi Litani ini berisikan suara-suara yang saling melengkapi, serta menghadirkan narasi yang kaya dan penuh warna. Kami berharap antologi puisi "Litani" ini dapat menginspirasi pembaca untuk lebih menghargai karya sastra puisi sebagai bentuk ekspresi. Semoga karya ini bisa menjadi jembatan bagi generasi muda untuk lebih mencintai sastra, serta memahami betapa pentingnya menuangkan pikiran dan perasaan ke dalam kata-kata. Selamat membaca!
Komentar
Posting Komentar